Penulis Amatir

Selasa, 29 Mei 2018

Trip Wisata Keren dan Hemat ke Bukit Endah Pamoyanan di Kabupaten Subang.


Yuk Ulin Ka Subang !! Itu lah motto penggerak wisata di kabupaten Subang.

Kali ini saya ingin berbagi kepada rekan-rekan yang hobi nge-trip.
Banyak sekali Objek dan Destinasi Wisata (ODTW) di kabupaten kami, Subang,Jawa Barat, Indonesia.

Bukit Endah Pamoyanan memberikan nuansa pemandangan yang sangat asri. Dari atas bukit kita bisa merasakan suasana kehidupan diatas awan.

Foto: kotasubang.com


Lokasi
Bukit Endah Pamoyanan terletak di Desa Kawungluwuk Kabupaten Subang, Jawabarat, Indonesia. Jika rekan-rekan ingin mengunjunginya bisa tempuh rute ini.

Dari  Bandung
Naik bis dari Ledeng (lembang) tujuan Subang turun di Jalancagak. Dari Jalancagak naik elf ke  terminal Tanjungsiang. Dari Terminal naik ojek tanya saja Bukit Pamoyanan.

Dari Jakarta.
Naik bus Apapun turun di terminal Subang. Dari terminal Subang Naik bis turun di terminal Tanjungsiang.Dari Terminal naik ojek tanya saja Bukit Pamoyanan.
Itulah seputar tentang rute.



Jarak tempuh dari tempat parkir yang disediakan oleh pengelola ke atas bukit hanya 10 menit. Relatif dekat bukan?

Kemudian rekan-rekan  jangan khawatir ketika berada di atas bukit sana. Tak perlu repot-repot bawa makanan terlalu banyak, karena diatas sana warungnya lengkap dan 24 Jam. Untuk persoalan harga tidak seperti di tempat wisata lainya, disini semua harga makanan dan yang lainya normal. Karena basis pengelolaan wisata ini diberdayakan oleh masyarakat Desa.

Jika mau camping atau menginap, terus tidak punya peralatannya, pihak pengelola sudah menyediakannya. So tinggal persiapkan diri teman-teman.

Oh iya, karena kabut yang menyerupai awannya itu muncul setelah Subuh. Maka jika ingin berkunjung enaknya malam hari.

Sementara ini, tiket masuk hanya 7000/org kemudian ditambah biaya parkir motor.

So, tunggu apa lagi. Mari berkunjung ke Subang !!!

Jumat, 14 April 2017

Aku dan Api

Api seringkali diidentikan sebagai tanda kemarahan. Karena sifatnya membakar. Begitupula dalam kehidupan. Mengutip pribahasa Indonesia tak ada asap tanpa ada api. Begitu pula dengan api.  Tak akan ada api jika tak ada pemicunya.

Dalam keseharian seringkali aku menemukan hal yang memicu pada menyalanya api.  Namun penyikapan nya tergantung pada sejauh mana aku bisa meredam api tersebut.  Sehingga tidak menimbulkan kerusakan-kerusaka n.

Dikala api sedang membesar aku ingat pesan nabiku. Beliau bersabda "jangan marah".  Aku ingat tetapi terkadang aku tak menghiraukan sabda nabi ku.  Lalu aku berucap Astagfirulloh hal adzim.  Semoga aku tetap di aku oleh nabiku di yaumil akhir. Amiiin

Aku sadar . Aku adalah mahluk materi. Tersusun,  tertangkap dan terbatas.  Itu artinya aku adalah makhluk fana.  Hanya saja Tuhanku Allah SWT memuliakanku sebagai manusia yang dikaruniai akal. Oleh sebab itu aku takut,  apa yang diamanahkan Tuhanku terabaikan.  Sudah jelas bahwa jika aku sebagai manusia tak menggunakan akalku lagi dalam kehidupanku hakikatnya aku bukan manusia lagi.

Aku berdoa semoga tetap dalam lindungan Tuhanku.

Namun aku bingung dengan diriku.  Terkadang dikala keimananku tinggi maka aku kuat begitupun sebaliknya.  Aku hanya berdoa saja semoga dikala keimananku lemah Tuhan senantiasa memberikan Taufiq dan HidayahNYA

Sepakat bahwa api dapat diredam dengan air.  Sifat air yang menyejukan,  mendinginkan,  menghilangkan dahaga dan yang lainya.  Maka aku senantiasa mencari air sebanyak-banyaknya agar api tak bisa membakarku.  Dengan harapan kalaupun aku terbakar setidaknya sudah ada air yang aku persiapkan untuk meredakanya.  Sehingga tak ada rasa sakit berkepanjangan.

Aku tau dan percaya Tuhan sayang kepadaku. Itupun jika aku sabar.

Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hambaNYA maka Allah akan mencobanya dan ketika sabar maka Allah akan memuliakannya".

Semoga aku tergolong orang yang sabar. Amiiiin

Senin, 01 Agustus 2016

Sensasi Baca Koran di Pagi Hari

Membaca koran merupakan kegiatan hal yang biasa-biasa saja. Tidak semua orang bisa membacanya. Apalagi membaca nya di pagi hari. Karena jangkauan media cetak tidak luas. Paling daerah kota atau kecamatan saja. Jarang yang sampe ke kampung-kampung. Kalaupun sampe pasti sudah jadi bungkus gorengan ataupun bungkus cabe.

Membaca koran sambil ngopi itu bisa membuat sensasi yang luar biasa.

Dimana letak sensasinya?
Coba saja, abis mandi langsung baca koran plus ngopi. Sambil melihat keramaian atau lalu lalang di pagi hari. Juga bisa meningkatkan inspirasi.
Selamat Mencoba

Sikat Galau dengan Kopi

Dewasa ini teknologi semakin canggih. Jadi permasalahanpun semakin canggih. Yang biasanya masalah hanya dicurhatkan ke beberapa orang yang dipercaya kini bisa semua orang tahu. Tinggal update status di media sosial. Dampaknya beberapa orang jadi pada kepo.

Balik lagi ke laptop. Kata Galau ini sangat fenomenal untuk digunakan di media sosial. Yang galau nya satu yang komennya banyak.

Dari pada galau mendingan ngopi. Kebiasaan ngopi ini sebetulnya bagus. Apalagi kalau ada teman yang mau berdiskusi terus sambil berbagi. Biayanya pun ga terlalu mahal cukup 1000+air panas jadi kopi.

Lantas bagaimana yang ga suka ngopi? Apa harus maksain? Ga juga sih, yang terpenting adalah esensi dari ngopi itu dapat. Merenung lantas mencari solusi bukan menyesali masalah yang sedang dihadapi.

Selamat Pagi. Jangan lupa tersenyum sambil ngopi.:)

Sabtu, 30 Juli 2016

Jangan Lupa Bahagia di Malam Minggu

Malam minggu merupakan malam yang fenomenal dari malam-malam selainya. Dari yang banyak ngarepin agar cepet-cepet malam minggu, dan ada juga malam pembulian terhadap suatu golongan. Jomblower contohnya.
Menurut saya yang menjadikan malam minggu malam spesial adalah karena waktu nya pas untuk mengatur waktu pertemuan. Karena biasanya hari minggu nya libur. Makanya dibilang malam yang panjang. Karena tidak takut akan bangun kesiangan di pagi harinya.

Bagi kaum jomblower gak usah takut karena sering dibulli oleh kawanya. Baik secara langsung maupun di mediasosial.

Apapun kodisinya seharusnya kita bersyukur atas nikmat dari Tuhan yang Maha Esa.

Pandangan saya terhadap kebahagiaan itu sebetulnya diciptakan dengan konsep bersyukur.

Gak usah dihiraukan apa omongan orang lain. Kalo kita jomblo emang rugi yah?
Padahal belum tentu mereka yang punya pasangan pun langgeng sampai pernikahan. Bukan mendoakan nih, tapi alangkah lebih baiknya sama-sama saling menghargai.

Ciptakanlah kebahagian dan syukuri semua yang terjadi. Ambil manfaat yang positif dan jadikan sebuah pembelajaran agar kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.
Sekian kawan-kawan !! Jangan lupa bahagia...
Selamat bermalam minggu ria.

Rabu, 01 Juni 2016

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945

Pancasila yang berarti lima sila(dasar) memiliki kandungan makna yang sangat luar biasa. Dan merupakan sebuah rumusan untuk hidup berbangsa dan bernegara.
Adapun sendi penyusun Pancasila adalah :
1. Ketuhanan yang maha esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijakan permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Yang tercantum pada pembukaan UUD 1945 Aline ke 4.

Pada tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan lah sebagai hari lahir Pancasila.
Setiap tgl 1 Juni diperingati hari lahir Pancasila. Tentunya setiap rezim memperingati nya dengan sesuatu yang berbeda-beda.

Pada tanggal 1 Juni 2016, Presiden Jokowi memperingati hari lahir Pancasila di Bandung. Dalam pidatonya menegaskan bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional.

"Dengan mengucap bismillah, tanggal 1 Juni ditetapkan diliburkan dan diperingati sebangai Hari Lahir Pancasila," kata Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang di atas mimbar. Dikutip dari detik.com

Minggu, 29 Mei 2016

Pengen bisa nulis kaya tetangga sebelah

Pengen bisa nulis kaya tetangga sebelah
Kalo mau dibilang curhatan ya bisa jadi, juga mau dibilang kekesalan juga bisa. Apalagi kisah nyata emang iya.  Saya seneng lihat karya tulis di tetangga sebelah. Tulisannya keren-keren ga kampungan. Kalo nulis ga bawa-bawa unsur sara apalagi mudah menghakimi orang, paling tidak ada data yang bisa bareng-bareng dikaji.
Lah, saya bisa apa? Pengen nulis kok pusing banget. Buat nulis satu paragrafpun butuh satu jam mikir.hadeuuhh...

Setelah saya renungkan, ternyata yang membuat bingung nulis itu saya malas. Malas baca, malas nulis, malas berpikir kumplit sudah.

Mau nulis pun sekarang karena dalam diri saya tinggal tersisa harapan yang akhirnya merubah semuanya. Tentunya tidak hanya sekedar harapan tapi juga keinginan yang tinggi.

Dipikir-pikir saya itu kaya orang gila, mau nulis gak mau baca. Mau berhasil gak mau berusaha. Konyol betul itu. Padahal banyak motivasi super yang saya baca, ternyata itu gak ngaruh.

Mudah-mudahan hari ini dan seterusnya saya tidak mau jadi orang gila lagi (dalam pikiran). Kalo mau berhasil ya usaha. Jangan hanya di angan-angan.

Saya yakin saya bisa kaya tetangga yang karyanya bagus-bagus bahkan juga lebih. Hee gak ada yang nyemangatin ya nyemangatin diri sendiri aja...

Sudahlah..curhatanya sigini dulu. Salam gaje..